No comment yet

Seputar Film The Social Network


                The Social Network adalah salah satu film nyata yang ditulis oleh Aaron Sorkin yang diadaptasi dari buku The Accidental Billionaires 2009 oleh Ben Mezrich. Film Drama Amerika 2010 ini dibintangi oleh Jesse Eisenberg yang berperan sebagai Mark Zuckerberg, tokoh utama dalam film yang mengisahkan awal perjalanan seorang milioner termuda tersebut. Disini dapat kita lihat seputar sejarah adanya Facebook, Social Network yang sangat fenomenal di dunia. Bahkan masyarakat Indonesia pun Demam Facebook dan dimanfaatkan semua kalangan untuk menjaring sosial hingga bisnis. Tak jarang dimanfaatkan pula oleh orang tak bertanggung jawab dalam menjalankan aksi kejahatannya, seperti menculik gadis dan pembohongan. Namun tidak jarang komunitas tertentu memanfaatkannya sebagai ajak komunikasi dan pengembangan komunitas mereka secara nasional maupun internasional. Karena melalui jaringan facebook ini, masyarakat dapat menghubungi siapa pun yang ada di dunia ini.
                Film yang dilatarbelakangi dengan obsesi tinggi seorang pemuda untuk diakui oleh lingkungannya ini bermula dengan emosinya saat bermasalah dengan mantan pacarnya dan membuat facemash.com yang merupakan awal dari facebook.com. Situs tersebut awalnya membuat peringkat cewek terseksi di kampunya yang mengantar pemuda bernama Mark tersebut dalam masalah besar karena mendapat 22.000 respons dalam 2jam. Beritanya pun heboh hingga samapai ke telinga para pemuda kaya di harvard dan berniat mengajaknya untuk membuat harvardconnection, semacam situs sosial yang membawa email harvard.edu sehingga memunculkan eksklusivenya. Namun disana Mark masih tidak mencapai obsesinya karena hanya rekan bisnis. Sehingga dia mengajak sahabatnya yang dirasa dapat membantu masalah permodalan.
                Pemunculan Facebook pun diterima dengan baik oleh mahasiswa dan memperoleh 650 pendaftar pada hari pertama. Beritanya kembali muncul dan para pemuda kaya yang sebelumnya menawarkan kerja sama merasa di curi hak kekayaan intelektualnya karena mereka tidak pernah lagi bisa menghubungi Mark selama 3bulan. Hal itu membuat mereka mempermasalahkan ke Rektor yang dengan bijak tidak meresponsnya.  Facebook pun semakin besar dan mengantar Mark bersama sahabatnya Eduardo yang disini berperan menjadi CFO bertemu dengan Sean Parker seorang pendiri Napster yang kurang sukses dan terjerat masalah wanita dan narkoba. Sean Parker adalah tokoh antagonis yang berhasil mengambil hati Mark dan memanfaatkan mereka serta membuang Eduardo.
                Berdasar ilmu dan pengalamannya di bidang ekonomi, Eduardo bersikeras melakukan pengiklanan yang dianggap Mark dan Sean hal itu hanya membuat level mereka turun karena tidak keren lagi. Disini pemasaran mereka berdasar pada ke eksklusifan sehingga mereka tidak menggunakan jasa iklan untuk mengembangkannya, namun hal tersebut terbukti ketika Eduardo tetap bersikeras untuk melakukan iklan potensial, Mark dan Sean telah mengembangkan dengan pesat dan mendapat banyak investor yang hal ini membuat Eduardo semakin tak ternilai. Persahabatan mereka diuji disini. Mark yang hanya mengejar obsesi bergabung dengan Sean yang mengejar kekayaan. Dan Eduardo yang berniat baik sejak awal harus pergi dan kalah dengan hanya mendapat 0,03% dari 30% awal penanaman dan kesepakatannya. Mark seakan tidak mengenal cara menghargai persahabatan dan perjuangan sahabatnya membantu terwujudnya obsesinya tersebut. Bahkan Mark di tengah kepopulerannya tidak dapat mengambil hati mantan pacarnya lagi.
                Film ini memaparkan kisah nyata dari perjalan Mark dan awal Facebook dan pertamanya adalah thefacebook.com dan menjadi facebook.com saja atas saran Sean agar lebih jelas. Melalui film ini, Facebook menginspirasi para programmer dan ahli software komputer atau jaringan untuk memotivasi mereka bahwa mereka ada dan menjadi penting pada saatnya atas karyanya. Obsesi Mark membawanya keterpurukan namun juga mengangkatnya. Dari film ini pula orang tahu siapa dan bagaimana pembuat Facebook yang menjadi icon setiap kepala ini. Gambaran persahabatan juga disajikan disini. Mereka akan saling membantu dan memenuhi kekurangan mereka dari kelebihan masing-masing. Mereka menjalankan bisnis dengan bidang ekonomi yang dikuasai Eduardo dan produknya adalah situs yang dibuat Mark bersama programmer ahli lainnya. Ide jenius yang keluar dari permasalahan kecil ini menjadi besar dan sekarang telah bernilai miliaran dolar.
                Strategi pemasaran yang mereka gunakan tidak persis seperti teori namun mengadaptasinya dengan lingkungan dan keadaan yang ada saat ini. Mereka lebih menonjolkan ke eksklusifan dan menarik para investor besar dengan memanfaatkan orang yang ahli dibidangnya serta berpengalaman.Mereka mudah menjaring target karena sensitif pada kebutuhan konsumen yang dibidik dan mampu memenuhi kebutuhan mereka. Ide brilian ini sangat cocok untuk pengusaha muda seperti mereka yang mudah dalam mengontrol usahanya dan mempunyai keuntungan yang menjanjikan. Namun ketelitin dan kehati-hatian pada pihak yang tak bertanggung jawab seperti Sean perlu diwaspadai, adanya iri dari pihak yang merasa dirugikan seperti winklevoss dan Narendra juga dapat membuat mereka harus memabyar mahal pada ujung permasalahan meskipun uang belum mempunyai arti penting bagi Mark si pemuda obsesi tinggi ini.
                Berikut adalah kisah dalam film the social network secara singkat;
                Kisah dalam film ini diawali dengan perbincangan antara seorang gadis cantik dengan pemuda yang terlihat sedang adu pendapat disebuah kafe yang ramai dengan pemuda pemudi. Mereka yang awalnya terlihat memiliki hubungan, mengakhiri pertemuan mereka dengan pertengkaran dan memutuskan hubungan tersebut, setelah sebelumnya sang pemuda sempat memohon dan meminta maaf dengan berdalih bahwa hal tersebut hanya candaan, namun akhirnya mereka sepakat untuk mengakhiri hubungan tersebut.
                Pemuda dengan penampilan sederhana tersebut segera berlari kembali ke asramanya di Universitas Harvad yang saat itu diketahui pada saat musim gugur 2003, setelah ditinggal oleh sang kekasih yang diketahui bernama Erica Albright, mahasiswi BU. Sekitar jam 20.00 malam, setiba dia di kamar, dia segera menumpahkan emosinya ke blog dengan menulis hal-hal yang dapat menjatuhkan nama mantan pacarnya tersebut. Pemuda yang diketahui namanya sebagai Mark Zuckerberg tersebut mendapatkan ide untuk membuat Facemash.com yang merupakan awal mula terbentuknya Facebook. Dia membuat peringkat wanita terseksi dari mahasiswa di kampusnya dibantu sahabatnya Eduardo yang ahli dalam hal Ekonomi dengan memberi sedikit Formula untuk mendapat peringkat. Mark yang terkenal sebagai ahli konputer terutama situs dan software tersebut dapat menarik 22,000 follower dalam waktu 2jam dan hal itu membuat jaringan di Harvard tempat dia tinggal dan kuliah menjadi rusak dan terganggu.
                Dengan setting alur campuran, mereka kemudian memaparkan kejadian saat sidang Mark atas tuntutan beberapa orang yang salah satunya adalah sahabatnya sendiri Eduardo dengan Tyler dan Cameron Winklevoss serta Divya Narendra atas tuduhan telah mencuri kekayaan intelektual serta membuat sahabatnya sendiri yang merupakan CEO pertama manjadi kehilangan haknya.
                Kemudian dengan alur mundur lagi, dipaparkan kejadian saat Tyler dan Cameron Winklevoss beristirahat setelah berlatih mendayung, Divya Narendra mendatangi mereka dan memberitahukan tentang Mark yang sedang dalam masalah Facemash.com. Mereka akhirnya sepakat untuk mengundang Mark bergabung sebagai programmer mereka untuk membuat sebuah Social Network dengan dalih untuk membantu Mark membuat image baik kembali. Sebelumnya, di salah satu mata perkuliahannya, Mark satu ruang dengan Erica dan mendapatkan secarik kertas bertuliskan U dick dari Erica yang membuatnya harus meninggalkan kelas, namun ketika pengajar mengejeknya dengan kalimat bahwa ada yang menyerah dan gagal, Mark masih berjalan keluar sambil manjawab pertanyaan dari sang pengajar dengan tepat. Hal itu manampakkan bahwa Mark benar-benar pemuda yang jenius, dan setelah keluar itulah dia bertemau Winklevoss bersaudara. Saat itu juga mereka memaparkan ide mereka dengan memanfaatkan alamat harvard.edu yang merupakan situs paling terkenal dan bergengsi. Mereka mengutarakan bahwa programmer mereka sebelumnya terlalu banyak masalah sehingga mereka mengundang Mark dan setelah dipaparkan maksudnya, Mark segera mengiyakan ajakan mereka.
                Alur campuran yang diterapkan menjelaskan setiap masalah dengan kejadian masa lalu. Setelah memaparkan kesimpulan di pengadilan, kejadian saat Mark mengunjungi Eduardo kembali dipaparkan. Saat itu Mark merasa iri saat Eduardo mengatakan bahwa dia masuk tahap 4 di Phoenix, dia pun spontan mengatakan tentang ide membuat situs yang awalnya dari Winklevoss bersaudara. Awalnya eduardo merasa heran mengapa Mark menghubunginya, bukan pada temannya yang programmer, tapi akhirnya Mark segera mengutarakan bahwa untuk mengawalinya dia butuh modal untuk menyewa server dan tentu saja hanya Eduardo sahabatnya yang dapat membantu dalam hal tersebut. Saat itu pula Mark mengatakan bahwa Eduardo yang akan menjadi CFO dan pembagian hasilnya dalah 70:30, atau 70 untuk Mark dan 30 untuk Eduardo. Mereka pun sepakat.
                Kembali pada persidangan, saat itu keterangan dari Eduardo menyatakan bahwa Mark saat itusebetulnya tidak tertarik pada tawaran Winklevoss bersaudara tentang Hardvard Connection. Kemudian dalam perjalanan cerita di luar persidangan, pada saat perjanjian untuk pertemuan dalam hal menjalankan Harvard Connection, Mark selalu menunda waktu dengan berbagai alasan dan Winklevoss bersaudara bersama Narendra pun mulai merasa ada yang tidak beres. Sesungguhnya pada waktu yang bersamaan itu Mark telah menjalankan aksinya dalam pembuatan Facebook dan terus memberikan aksesoris yang membuatnya semakin sempurna dan banyak diminati. Dan saat peluncuran The Facebook di mulai, Narendra mengetahuinya dan segera memberitahukan kepada Winklevoss bersaudara tentang ulah Mark. Mereka pun semakin naik darah ketika membaca berita yang menyatakan bahwa thefacebook.com mendapat 650 siswa pada hari pertamanya dan mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan winklevoss pada Mark sebelumnya. Walaupun keadaan semakin memanas, namun kakak dari winklevoss bersaudara masih enggan untuk mempermasalahkannya dan memilih untuk menjaga image mereka sebagai mahasiswa Harvard yang terhormat.
                Mark dengan ambisinya yang tinggi tak pernah pupus untuk terus berusaha menjadi orang yang sangat ingin diterima oleh lingkungannya.Berawal dari Facemash.com yang membuatnya dibenci para wanita dan diancam pacar mereka, kini dengan thefacebook.comnya dia berusaha membangun sendiri imagenya yang tidak lain merupakan ide dari pertemuannya dengan winklevoss bersaudara untuk harvardconnection yang dia ingkari kesepakatannya karena dirasa dia disana hanya seorang rekan bisnis dan belum siap-siapa seperti ambisinya yang tinggi untuk diterima sekelilingnya. Kemudian dengan thefacebook.comnya Mark menjadi salah satu dari orang paling bergengsi di kampus. Bahkan ketika Mark dan Eduardo mengikuti semacam seminar, Eduardo disapa oleh 2 orang gadis yang tidak lain adalah Kristi dan Alice yang meminta mereka dihubungi melalui Facebook untuk berkenalan dan sekedar pergi minum. Setiba dirumah, Eduardi mengutarakan kepada Mark bahwa mereka harus segera mengesahkan situs thefacebook.com meraih keuntungan dari itu dan Eduardo beranggapan bahwa iklan akan membantu mereka, namun Mark tidak setuju karena itu dianggap akan menurunkan level keren dari thefacebook,com mereka. Tiba-tiba Eduardo melihat secarik surat dari seorang pengacara yang menyatakan bahwa Mark telah mengambil ide dari Narendra dan Winklevoss bersaudara. Hal itu membuat Eduardo selaku CFO merasa khawatir atas hukumnya, namun Mark tetap tidak mempedulikannya dan bersikeras bahwa idenya lebih keren sehingga hal tersebut dianggapnya bukan masalah besar.
Kembali pada peristiwa dipengadilan disela-sela cerita, Mark tidak terlalu memperhatikan persidangan sehingga pengacara dari keluarga Winklevoss naik darah saat pertanyaannya tentang kebohongan Mark selama 6 minggu pada Wenklivoss tidak diperhatikan walaupun pada akhirnya tetap dijawabnya dengan jenius. Tidak beberapa lama dari penggalan cerita di pengadilan, ditayangkan kembali ketika Mark dan Eduardo menerma ajakan 2 teman wanita yang mereka temui beberapa saat lalu untuk pergi minum. Mark melihat Erica, gadis yang pernah dipacarinya dan menjadi penyebab awal dia membuat Facemash.com. Mark berusaha menjelaskan kepada Erica namun dia ditolak karena Erica masih merasakan sakitnya waktu Mark menulis hal yang tidak pantas tentangnya di blog dan kembali dengan kecewa. Setiba di asrama, Mark segera membagi saham dengan teman-temannya yang terlibat dalam thefacebook,com dan segera mengembangkannya ke Yale, Colombia dan Stanford. Tidak lama berselang disisipkan kembali cerita di pengadilan yang memperlihatkan bahwa Mark benar-benar tidak perduli dengan Persidangan karena dia bahkan tidak tahu seorang bagian kesaksian dalam ruangan yang berisi tidak lebih dari 15 orang tersebut. Di paparkan saat istirahat dia disapa oleh Miley dan bertanya apakah dia sangat membenci Winklevoss yang telah membuatnya ada di pengadilansaat ini, namun apa yang dijawab Mark? Dia mengutarakan tidak pernah membenci mereka dan siapa pun, dan dia menyatakan bahwa sebenarnya mereka tidak emnuntut atas pencurian hak kekayaan intelektual namun karena baru kali itu apa yang mereka inginkan telah berjalan pada saat yang sama oleh orang lain. Setelah itu disajikan tentang Winklevoss yang semakin marah karena mengetahui thefacebook.com telah diperluas, namun kakak winklevoss tetap pada pendiriannya untuk menjaga image mereka. Hingga mereka memutuskan untuk menemui rektor dan mengadukan Mark dengan banyak dalih yang diambil dari buku panduan untuk murid baru.
Di tempat lain, Sean Parker Pendiri Napster, situs music yang sempat booming melihat peluang dari thefacebook,com yang dia dapat dari teman wanitanya. Sedangkan Winklevoss bersaudara mendatangi rektor dengan harapan mereka akan membantu masalah thefacebook.com yang masih mereka yakini sebagai pencurian kekayaan intelektual. Membawa nama besar keluarganya yang menjadi salah satu investor besar dan kaya, mereka mengadukannya kepada rektor. Namun tanggapan yang mereka terima sama sekali tidak terduga, rektor dengan bijak mengatakan bahwa hal tersebut tidak ada hubungannya dengan universitas dan tidak peduli dengan status keluarga mereka. Hafalan tentang aturan yang ada i buku pedoman yang biasa di berikan kepada mahasiswa baru pun hanya menjadi bahan tertawaan rektor dan sekretarisnya. Rektor malah mengusulkan untuk mencari ide baru dan tidak perlu mempermasalahkan ide seseorang yang sudah dipublikasikan. Hal tersebut  membuat kakak dari winklevoss semakin surut.
Eduardo pada saat bersamaan bersama Mark melakukan perjalanan keNew York selama Liburan dan melakukan pertemuan untuk pengiklanan potensial, namun berjalan buruk. Kemudian malam harinya mereka bertemu dengan Sean Parker dan disinilah awal mula pertengkaran dua sahabat yang membuat thefacebook.com tersebut. Sean membuka acara pertemuan makan malam tersebut dengan menceritakan seputar napster buatannya dan kehidupannya, namun Eduardo terlihat sangat tidak menikamti bahkan ada hal yang dia sela karena sepengetahuannya tidak seperti itu, namun hal tersebut berakhir dengan sumbangan terbesar untuk perusahaan dan menyarankan untuk membuang The pada Facebook.com yang hal itu dituruti oleh Mark. Sebelumnya, Mark juga disarankan untuk ke California.
Pada pertengahan cerita, kita disuguhi tayangan berganti dari pengadilan dan cerita sesungguhnya, hal ini memaparkan tentang masalah kecil dari Eduardo dalam penyiksaan ayam yang didalih sebagai lelucon saat masuk Phoenix. Namun di persidangan ada hal-hal yang membuat 2 sahabat ini semakin perang dengan mengutarakan apa yang seharusnya tidak mereka katakan secara tidak sengaja. Setelah itu, dalam cerita dikatakan oleh Mark bahwa dia telah mendapatkan tempat dan orang-orang magang di California sehingga Eduardo harus segera membayarnya, hal tersebut membuat Eduardo tercengang namun hanya bisa menuruti Mark sahabatnya. Pertengkaran sahabat tersebbut mulai terlihat karena Eduardo merasa Mark telah termakan omongan Sean, sedangkan yang dia ketahui Sean tidak punya uang dan kontribusi dan memiliki banyak citra buruk di media, bahkan mereka telah memiliki programmer yang lebih handal.
Tidak lama berselng, Eduardo berusaha menerima keadaan dan segera membuka rekening baru dengan  $18,000 didalamnya untuk Mark ke California dan berharap mereka menyelesaikan situs bersama orang magang selama dia membuka iklan di New York. Setibanya di California, Mark bertemau dengan Sean yang tinggal tidak jauh dari tempatnya, kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh Sean karena merasa dia telah mulai menguasai Mark dan mengetahui bahwa saat itu Eduardo sang CFO sedang tidak ikut bersama mereka dengan alasan magang di New York. Dalam waktu yang sama, Winklevoss bersaudara sedang mengikuti acara perlombaan dayung, namun nahas, mereka hanya memperoleh juara 2 dan mendapat perlakuan kurang menyenangkan. Dalam keadaan terdesak itulah akhirnya kakak winklevoss akhirnya setuju untuk membawa kasus mereka ke pengadilan.
Di California, keadaan semakin kacau dengan masuknya Sean dalam usaha mereka. Eduardo yang dalam tengah malam dari New York disambut dengan perlakuan Sean yang tidak menyenangkan dan Mark yang tidak merasa bersalah sedikit pun kepada Eduardo yang merupan CFO dari thefacebook.com yang saat itu telah berganti menjadi hanya facebook.com untuk menggantikan posisinya bertemu klien oleh Sean. Mark bahkan menanyakan hal-hal tidak penting yang membuat Eduardo semakin kesal. Mark membantah kekesalan Eduardo dengan mengatakan bahwa semua berjalan begitu cepat selama dia di New York yang lebih tidak terlihat hasilnya. Hal itu membuat Eduardo marah dan memutuskan untuk membekukan rekening yang telah diberikan lalu pulang. Pada saat itu, Mark dan Sean menemui Investor yang bersedia memberikan $500,000 dan membuka saham baru, namun mereka menanyakan Eduardo. Eduardo yang ada dirumah dan sedang menghadapi masalah dengan pacarnya segera kembali saat mendengar penjelasan dari Mark, Sepenuhnya dia masih percaya kepada Mark dan measih memberi  harapan.
Ketika Eduardo kembali ke California dan menemui investor untuk menyetujui kesepakatan, dia dalam keadaan yang tidak konsentrasi sehingga mengalami hal fatal, dia menandatangani kontrak tanpa membaca semua surat. Mereka memberi penjelasan yang menjebak dan Eduardo tanpa berpikir panjang segera menandatanganinya. Kemudian Mark mengatakan bahwa dia cuti 1 semester sehingga Eduardo kembali ke harvard sendirian dan mempercayakan semua urusan kepada Mark, namun Mark sangat sibuk dengan Facebook.comnya dan tidak memikirkan nasib shabatnya yang dipermainkan Sean melalui tangannya. Dengan dalih perayaan 1juta pendaftar, Mark mengundang Sean untuk datang ke pesta dan menghadiri pertemuan bisnis. Namun setiba disana, Eduardo tidak menyangka bahwa sahabatnya telah emmanfaatkannya dan membuangnya. Saham yang dia taman tersisa hanya 0,03%, bahkan Mark merasa tak bersalah sedikit pun. Hal itu membuat Eduardo sangat sangat marah dan pergi. Setelah itu, perayaan dimulai dan Sean pergi berpesta, di tengah pekerjaannya, Mark merasa bingung dan tiba-tiba Sean menelepon bahwa ada masalah di pestanya sehingga datang para polisi dan menuduh Eduardo yang melakukannya.
Di penghujung cerita, Mark berbncang dengan Merlyn dan mengakui bahwa semua hanya bersumber dari emosinya dan dia mengakui itu. Bahkan Mark tidak tahu menahu bagaimana kelanjutan dari persidangan dan masalahnya, dia diberitahu oleh merlyn bahwa masalah ini akan mereka akhiri walaupun Mark harus sedikit membayar lebih.Mereka akan segera membuat perjanjian setelah acara minum dan istirahat selesai. Dan cerita ditutup dengan penambahan teman Erica di facebook Mark.

Film ini adalah inspirasi bagi para pemuda untuk memanfaatkan keahliannya di bidang masing-masing untuk menyusul Mark menjadi pengusaha millionaire termuda. Banyak disisipkan hal-hal lucu yang membuat film ini tidak membosankan dan alur yang menayangkan masalah persidangan dengan cerita sesungguhnya akan membuat penonton betah. Ceritanya sederhana seperti dikehidupan sehari-hari kita sehingga maksudnya akan lebih mudah dipahami.
No comment yet

Analisis Segmentasi Pasar Produk Lokal Malang

Analisis Segmentasi Pasar pada Produk 'Mie Setan Malang' 

Mie Setan, sebuah tempat makan unik yang tidak asing lagi bagi para wisata kuliner. Bukan tempat makannya yang unik, gedung atau jenisnya. Produk yang disajikan sangat sederhana bahkan terkesan umum, namun mie yang ditawarkan bukanlah sembarang mie. Seperti namanya, MIE SETAN, setan yang diibaratkan panas, amarah dan perlu untuk dilawan ini adalah cabai, tidak tanggung-tanggung, cabai minimal yang ditawarkan untuk level terndah (level I) adalah 12 cabai, namun bagi para konsumen yang anti cabai, bisa memesan mie setan atau sekedar menikmati dim sum yang merupakan produk pelengkap yang ada di mie setan tersebut. Uniknya lagi, tak ada iklan tertentu dari produk ini selain brosur pada awal berdirinya, sehingga mereka sangat percaya diri bahwa pelanggan akan kembali dengan calon pelanggan-pelanggan baru yang menggunakan iklan dari mulut ke mulut. Entah disengaja atau tidak, namun tidak akan ditemukan tulisan atau petunjuk bahwa disana ada tempat makan yang unik dan buka sejak jam 16.30 selama 6 hari dalam satu minggu, karena produsen hanya memanfaatkan rumahnya yang ada di kawasan cukup elite dengan membuka ruang depan, teras serta halaman depan untuk kedai uniknya. Bahkan tempat parkir bagi para pelanggannya yang harus antri pun tidak memadai karena hanya di parkir didepan rumah yang merupan jalan raya, sehingga padatnya kendaraan para pelanggannya itulah yang menandai bahwa disana ada rumah makan unik. Tidak jarang para pengguna jalan yang melintas bertanya kepada penjaga parkir dan akhirnya tertarik untuk mampir. Bagi pelanggan pun harus bersedia bergantian dan menunggu pelanggan lainnya untuk sekedar menikmati mie setan di tempat.
Produk ‘Mie Setan Malang’ merupakan salah satu merk yang saat ini sedang fenomenal di Malang. Berdirinya produk ini berawal dari gagasan pemilik untuk merebut peluang bisnis kuliner yang dapat memenuhi permintaan konsumen akan mie. Ciri khas dari produk ini ialah nuansa serta citra yang kuat yang berusaha ditanamkan pada masyarakat, yakni kesan horor dan mistis. Dalam hal ini, kesan tersebut diproyeksikan pada cita rasa mie yang pedas dengan berbagai level, pemberian nama pada menu-menu yang tersedia seperti pada produk pelengkapnya yakni minuman es tuyul, es kuntilanak, es genderuwo, dan masih banyak lagi yang unik dan berkarakter, desain penyajian menu, hingga teknik tata ruang restoran yang secara total dirancang agar relevan dengan label produk.
Sejak awal munculnya ide pemilik untuk memproduksi ‘Mie Setan Malang’, pemilik sebelumnya telah mendeteksi adanya tren variasi makanan pedas yang banyak diminati, seperti kripik pedas, dan sebagainya. Kemudian, pemilik mengembangkan gagasannya untuk membangun bisnis makanan pedas yang sesuai untuk ditawarkan pada masyarakat Kota Malang. Pemilik mengasumsikan bahwa masyarakat Malang akan lebih tertarik dengan makanan seperti mie. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa target dan strategi pemasaran produk ‘Mie Setan Malang’ telah ditetapkan sejak awal pendirian. Adapun analisis segmentasi pasar produk ini ialah sebagai berikut:

a.  Segmentasi Berdasarkan Kebutuhan
Berdasarkan kebutuhan, sasaran pemasaran produk ini ialah konsumen-konsumen yang menyadari kebutuhan akan makanan yang berkualitas dan variasi kuliner yang unik dengan image pedas yang berciri khas. Berdasarkan kebutuhan, segmen pasar yang dituju ialah para konsumen yang menyukai kuliner pedas, serta antusias dalam mencoba makanan pedas untuk memenuhi keinginannya.

b.  Identifikasi Segmen
Analisis identifikasi segmen meliputi segmentasi pasar dari segi geografis, demografis, psikografis, dan perilaku.
1)     Segmentasi Geografis
Produk ‘Mie Setan Malang’ membidik pasar di daerah pusat perbelanjaan (central market). Hal ini dapat dilihat dari pemilihan lokasinya yang berada di sekitar pos-pos yang banyak dikenal di tengah kota, seperti alun-alun, MOG (Malang Olympic Garden), dan restaurant yang telah booming dan besar, lokasi mie setan ini sendiri tepatnya berada di Jalan Bromo Malang.
Berdasarkan segmentasi ini, dapat disimpulkan bahwa pembeli yang dituju ialah masyarakat umum kota Malang, yang mudah untuk menjangkau lokasi karena letaknya yang berada di pusat kota.

2)     Segmentasi Demografis
Segmentasi demografis dapat ditinjau dari beberapa kriteria berikut:
§  Usia
Target yang dibidik oleh produk ‘Mie Setan Malang’ dapat mencakup usia 3 tahun hingga 50 tahun ke atas. Rentang usia yang dituju meliputi siklus hidup anak-anak, remaja, hingga dewasa yang menggemari kuliner mie, khususnya mie pedas. Mie setan juga menawarkan produk pelengkap seperti mie angle (mie tanpa cabai) yang biasa dikonsumsi anak-anak dan pelanggan pun dapat memesan mie dengan cabai kurang dari 12 atau dibawah level 1, dim sum yang ditawarkan pun sangat beragam sehingga dapat menemani mie setan saat menikmati produk unik tersebut.

§  Jenis Kelamin
Berdasarkan jenis kelamin, pasar yang dibidik dapat dari kalangan pria maupun wanita. Dalam hal jenis kelamin, segmentasi pasar bersifat universal karena yang ditawarkan ialah produk makanan, yang dapat dikonsumsi baik oleh pria maupun wanita.

§  Pendapatan
Pasar yang dituju diasumsikan orang-orang yang berpendapatan sekitar Rp 1.000.000,00/bulan ke atas. Karena produk utama yang ditawarkan cukup terjangkau yakni Rp 8.000,00 untuk semua tingkat level dan produk pelengkap seperti dim sum yang berkisar Rp 8.000,00 sampai Rp 15.000,00 serta minuman sebagai produk pelengkap yang pasti di pesan sebagai pendamping dari mie setan itu sendiri sebagaimana makanan dan minuman berkisar Rp 5.000,00 hingga Rp 9.000,00. Meskipun demikian, kalangan mahasiswa yang pada umumnya belum memiliki pendapatan juga dapat dibidik untuk memenuhi segmentasi pasar.

§  Kelas Sosial
Produk ‘Mie Setan Malang’ cenderung membidik kelas sosial menengah bawah, menengah, menengah atas, hingga kalangan kelas atas karena harga yang ditawarkan untuk makanan mie pada umumnya dapat dikategorikan diatas standar rata-rata, yakni Rp 8.000,00 per porsi, sedangkan untuk produk serupa lainnya sekitar Rp 6.000,00 tiap porsinya. Namun hal ini yang membuat sebagian kalangan dapat menjangkaunya.

3)     Segmentasi Psikografis
Target segmentasi psikografis produk ‘Mie Setan Malang’ cenderung pribadi-pribadi yang memiliki karakter sebagai berikut:
§  Peminat kuliner pedas
Orang-orang yang menggemari makanan pedas biasanya selalu ingin memenuhi keinginannya untuk mencoba segala jenis makanan pedas. Kalangan tersebut merupakan target yang paling mudah dijangkau produk.

§  Pecinta tantangan
Kategori ini terdiri dari kalangan orang-orang yang senang mencoba-coba segala sesuatu yang bersifat menantang, baik dalam hal makanan, maupun kegemaran sejenis lainnya. Tantangan yang ditawarkan produk, dimana konsumen akan dihadapkan pada pilihan level-level mie, akan menarik antusiasme pecinta tantangan yang cenderung ingin mengujikan dirinya pada level-level tersebut. Adapun hal yang paling menantang dalam produk ini ialah tingkat kepedasan yang tinggi, mulai dari level awal hingga level terakhir.
Produk menawarkan lima level kepedasan mie, yakni dimulai dari level pertama yang setara dengan 12 cabai hingga level kelima yang setara dengan 60 cabai asli.

§  Penggemar wisata kuliner
Kalangan yang menyukai wisata kuliner juga merupakan salah satu target yang dibidik oleh produk ini. Penggemar wisata kuliner akan mencoba tiap kuliner yang mereka anggap berkualitas dan pantas direkomendasikan.  Mereka akan melakukan penilaian di setiap tempat makanan yang mereka kunjungi, serta kemudian memutuskan apakah menu di tempat tersebut layak untuk dikonsumsi kembali. Keunikan label ‘Mie Setan Malang’ serta ciri khas produk menanamkan kesan yang kuat bagi pelanggannya dan akan menarik penggemar wisata kuliner untuk datang, mencoba, dan memberikan respon positif setelah mengkonsumsinya. Dimana respon positif yang diinginkan produsen adalah iklan langsung kepada calon pelanggan lain dan menjadi pelanggan tetap,

§  Trend dan Gengsi
Bagi kelompok remaja yang cenderung berkelompok, trend pasti dilombakan secara tidak langsung diantara mereka, dimana ketika leader opinion telah memberikan informasi yang up to date, maka para anggota lainnya akan segera mengikuti. Sedangkan gengsi yang mereka perlihatkan adalah ketika mie setan telah menjadi pembicaraan yang hangat dan booming, maka orang-orang dengan sifat gengsi tinggi tidak akan mau untuk tertinggal dan harus segera mencoba, hal ini biasa terjadi pada jenis konsumen yang mempunyai kelompok tertentu.

§  Gaya Hidup
Kelompok dengan gaya hidup sederhana tidak jarang akan melirik dan menjadi pelanggan pada produk mie setan ini, karena selain harga yang ditawarkan tidak terlalu tinggi, produknya pun simple dan menarik. Sedangkan bagi kelompok dengan gaya hidup mewah pun sering dijumpai di tempat makan yang unik ini, mereka lebih tertarik dengan sajiannya yang mengesankan seperti di restoran berkelas, kebersihan yang dijaga, dan pelayanan yang berkualitas.

4)     Segmentasi Perilaku
Variabel perilaku yang berpengaruh dalam segmentasi produk ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
§  Kejadian
Dalam hal ini, kejadian didefinisikan sebagai aspek temporer yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen terhadap produk. Adapun variabel kejadian yang dapat berpengaruh ialah sebagai berikut:
-          Popularitas jenis-jenis makanan pedas, yaitu suatu kejadian dimana muncul berbagai macam makanan pedas yang fenomenal yang memicu para konsumen untuk mencoba beberapa diantaranya, termasuk produk ‘Mie Setan Malang’;
-          Kebutuhan akan makanan, yaitu suatu kejadian dimana konsumen merasa perlu untuk memenuhi kebutuhan makanan baik secara terdesak karena rasa lapar, atau sekedar memenuhi keinginan untuk mengkonsumsi makanan tertentu;
-          Terbawa arus tren masyarakat yang sedang populer; yaitu suatu kejadian dimana konsumen melakukan perilaku pembelian ketika mereka mengetahui eksistensi produk sebagai bagian dari budaya masyarakat.

§  Manfaat
Manfaat merupakan nilai guna yang ditawarkan produk sehingga mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Adapun manfaat yang terdapat pada produk ini ialah:
-          Manfaat fisik, sebagai pemuas kebutuhan yang mengatasi rasa lapar; hal ini merupakan fungsi utama yang secara umum terdapat pada setiap produk makanan;
-          Manfaat psikis, sebagai pemuas kebutuhan akan sensasi berbeda dan unik yang disajikan dalam produk makanan; secara khusus, fungsi tambahan dari pemenuhan kebutuhan akan makanan juga berpengaruh terhadap perilaku pembelian konsumen. Produk ini memberikan sensasi horor dan mistis yang dikemas secara unik sebagai ciri khas tersendiri, yang dapat memberikan pelanggan nilai guna tambahan sebagai kepuasan secara abstrak akan pelayanan dan penyajian produk.

§  Status Pengguna
Berdasarkan berbagai jenis konsumen yang menjadi target pemasaran produk, status pengguna ‘Mie Setan Malang’ dapat diklasifikasikan menjadi:
-          Pengguna potensial, terdiri dari konsumen yang berasal dari kalangan peminat kuliner pedas yang masih belum mengetahui keberadaan produk;
-          Pengguna pertama, terdiri dari kalangan pecinta tantangan maupun penggemar wisata kuliner yang baru pertama kali melakukan keputusan pembelian;
-          Pengguna teratur, terdiri dari ketiga kalangan – peminat makanan pedas, pecinta tantangan, dan penggemar wisata kuliner – yang melakukan evaluasi setelah konsumsi dan menyatakan puas akan produk, serta ingin mengulangi konsumsinya, baik dengan motif ingin mencoba menu lain, mencicipi level yang lebih tinggi, maupun memesan menu tertentu yang dianggap sempurna.

§  Tingkat Penggunaan
Berdasarkan motif-motif tersendiri yang dimiliki oleh berbagai kalangan konsumen dalam membeli produk, tingkat penggunaan dibedakan menjadi:
-          Penggunaan ringan, yakni penggunaan yang dilakukan oleh kalangan konsumen yang bermotif ingin mencoba-coba, sehingga mereka hanya datang untuk memesan mie level terendah atau menu tertentu;
-          Penggunaan menengah, yakni penggunaan yang dilakukan oleh kalangan konsumen yang bermotif ingin memenuhi tantangan yang ditawarkan, sehingga mereka cenderung mengulangi konsumsi untuk mencoba variasi menu dan level yang ditawarkan;
-          Penggunaan berat, ialah penggunaan yang dilakukan oleh kalangan konsumen yang bermotif loyalitas pada menu tertentu yang ditawarkan produk sehingga intensitas konsumsi lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan ringan dan menengah.

§  Tahap Kesiapan Pembeli
Tahap kesiapan pembeli yang dapat diklasifikasikan dalam produk ‘Mie Setan Malang’ ialah sebagai berikut:
-          Tahap menyadari keberadaan produk;
-          Tahap tertarik dan menginginkan produk;
-          Tahap membeli.

§  Status Loyalitas
Status loyalitas pelanggan dapat diidentifikasikan dalam produk ini ialah:
-          Loyalis berat, yakni terdiri dari kalangan pelanggan peminat makanan pedas yang kemudian menyukai produk ‘Mie Setan Malang’ dan melakukan konsumsi secara berlanjut;
-          Loyalis terbagi, yakni terdiri dari kalangan pelanggan yang melakukan konsumsi terhadap merk produk sejenis lainnya;
-          Loyalis yang bergeser, yakni terdiri dari konsumen produk ‘Mie Setan Malang’ yang beralih ke produk lain, dengan asumsi karena adanya merk produk lain yang lebih fenomenal dan menarik, kekecewaan akan pelayanan produk, dan faktor-faktor lainnya;

§  Sikap
Dalam variabel sikap, terdapat dua jenis karakter sikap pelanggan produk, yakni:
-          Sikap antusias, yaitu respon positif pelanggan terhadap produk yang diekspresikan dengan tingginya intensitas maupun kuantitas pembelian
-          Sikap kurang antusias, yaitu respon yang kurang menunjukkan adanya kepuasan maksimal oleh pelanggan saat mengkonsumsi produk.
Diberdayakan oleh Blogger.